Perkembangan sistem operasi Linux di Indonesia, terutama sejak
milenium baru banyak melahirkan distro-distro berbahasa Indonesia, atau
setidaknya distro Linux ‘buatan’ komunitas IT Indonesia. Untuk diagram
sejarah perkembangan asal-usul distro GNU/Linux Indonesia, bisa
dilihat di situsnya Mas Made. Berikut ini daftar distro Linux Indonesia yang sempat dirilis (beberapa link mungkin down)
:

  • Trustix Merdeka,
    merupakan sebuah distribusi Linux untuk desktop dengan mengambil basis
    Trustix Secure Linux. Dengan penekanan pada security, paket-paket
    aplikasi yang disertakan di dalam Trustix Merdeka merupakan paket
    pilihan, dengan auditing yang cukup ketat untuk setiap sumber yang
    disertakan. Distribusi Made in Indonesia ini bertujuan lebih dari
    sekedar distro Linux saja. Ditargetkan menjadi jalur komunikasi
    masyarakat Linux dan IT. Bahasa Indonesia yang digunakan dapat
    dikatakan sebagai faktor pemersatu. Trustix Merdeka terhenti
    pengembangannya sejak Maret 2003.
  • Bijax,
    adalah sistem Linux sendiri yang dikembangkan pada mulanya berdasarkan
    linuxfromscratch. Bijax dapat dibuat untuk promosi linux, bisa juga
    digunakan bagi yang mau kenal linux, tapi enggak mau install, distro
    ini tidak mendukung jaringan.
  • WinBI,
    adalah perangkat lunak yang berisikan aplikasi umum berbahasa
    Indonesia. Dengan Software RI diharapkan mengejar ketertinggalan adopsi
    teknologi komputer secara luas di masyarakat, selain itu dimungkinkan
    untuk digunakan pembelajaran bahasa asing dalam teknologi komputer.Hal
    ini dimungkinkan dengan tersedianya alternatif penggantian bahasa yang
    digunakan dalam Software RI ini. Software RI juga disebarluaskan untuk
    memberikan kemudahan dalam penggunaan komputer pada masyarakat pada
    umumnya selain sebagai piranti pelatihan yang murah, handal dan legal.
    Dengan demikian diharapkan maka masyarakat Indonesia akan banyak
    menggunakan komputer tanpa keraguan dan kendala bahasa.
  • Rimbalinux,
    dilatarbelakangi minimnya distro buatan Indonesia, minimnya semangat
    kerjasama dalam komunitas Linux Indonesia, dan belum ada distro yang
    mewakili identitas Indonesia, maka distro Rimbalinux dibuat sebagai
    distro Linux desktop ringan yang bisa dikembangkan (expandable
    lightweight linux desktop distribution).
  • TrustCafe, adalah distribusi Linux yang dibuat oleh ATLANTIS INDONESIA
    bagi yang ingin membuat Warung/Kafe Internet, namun tidak mau
    dipusingkan dengan Sistem Operasi. Sistem ini ini memiliki modul
    billing sistem yang terintegrasi dengan TrustCafe. Distro ini menjadi
    bonus majalah InfoLinux edisi November 2002
  • ROSe, sebuah distro turunan Knoppix yang di-remaster dengan aplikasi khusus oleh RAB Indonesia.
    Terdapat dua edisi yang sempat beredar, yaitu edisi Game (dipaket
    bersama Buku Mini InfoLinux edisi Game), dan edisi Kasir/PoS (bonus
    majalah InfoLinux edisi Maret 2004).
  • LinuxSehat,
    merupakan sebuah program komunikasi (kampanye) penggenalan Linux bagi
    para pemula, merupakan repackaging dari Knoppix, yang dibagokan secara
    gratis untuk menyambut pemberlakuan UU Hak Cipta tahun 2003.
  • Komura
    adalah sistem jaringan server dan klien yang lebih murah karena sudah
    disertai sistem operasi tersendiri. Komura sudah memiliki cukup banyak
    aplikasi untuk penggunaan internet, perkantoran hingga game. Pengguna
    komputer tinggal menyesuaikan pilihan aplikasi dengan kapasitas hard
    disk yang dimilikinya. Distro ini menjadi bonus majalah InfoLinux edisi
    Januari 2004.
  • De2 (Debian Depok), link susah diakses, lihat De2.UI di bawah.
  • DeAl (Debian Alternatif), lihat De2.UI di bawah.
  • De2.UI Debian Depok U-buntu I-untung,
    terdiri dari sepasang berkas ISO Image. Pertama; berkas ISO instaler
    turunan UBUNTU Linux. Kedua; kumpulan paket-paket campur-sari terakhir
    dari Debian, Ubuntu, dan lain-lain. Distro ini biasanya diperbaharui
    (update) setiap akhir pekan.
  • BlankOn 1.0,
    distro Linux berbasis Fedora Core yang dikembangkan oleh Yayasan
    Penggerak Linux Indonesia (YPLI). Tujuan pengembangan BlankOn Linux
    adalah menghasilkan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan pengguna
    komputer umum di Indonesia. Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI)
    bekerja sama dengan UNESCO dan komunitas Linux lainnya telah
    mengembangkan BlankOn Linux 1.0 ini menjadi sistem operasi yang lengkap
    berbasis Fedora Core 3 yang memanfaatkan software open source.<br>Versi 2 berbasis Ubuntu dan dikembangkan bersama Komunitas Ubuntu Indonesia.
  • InulLinux,
    sebuah distro berbasis MoviX, live CD yang akan langsung menjalankan
    MPlayer setelah booting, khusus edisi ini menampilkan video klipnya
    Inul bergoyang ngebor….(!)
  • DollyLinux, distro berbasis Fedora Core (info diperoleh dari situs Mas Made di atas, info lebih lanjut belum ditemukan)
  • Xnuxer,
    XNUXER LINUX dibangun di atas core Debian Sarge 3.1 dimana file binary
    diambil dari KNOPPIX 3.9. Menurut sejarah perkembangan asal-usul distro
    GNU/Linux di Indonesia, ada tiga versi Xnuxer, yaitu: versi disket
    (turunan dari Trustix Secure Linux), versi live (turunan dari
    Knoppix/Debian), dan versi install (turunan dari Slackware).Konsep/ide
    yang di aplikasikan di XNUXER LINUX adalah membuat linux bisa
    digunakan dengan mudah oleh end-user dengan memaksimalkan/mempercantik
    penampilan KDE tanpa mengurangi performance sehingga kalau Anda melihat
    tampilan KDE XNUXER LINUX sangat berbeda dengan tampilan KDE yang umum.Sebagian besar file binary yang ada di XNUXER LINUX di ambil dari KNOPPIX 3.9 (Knopper) yang sudah di customize.
  • Waroeng IGOS,
    diprakarsai oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
    Kementerian Riset dan Teknologi, Departemen Komunikasi dan Informatika,
    Asosiasi Warnet Indonesia, Pasifik Satelit Nusantara dan Universitas
    Gunadarma.Aplikasi ‘Waroeng IGOS’ mencakup kebutuhan aplikasi
    warnet 1 server untuk 3-10 klien, PC desktop, aplikasi office, web
    browser, mail server serta manajemen dokumentasi. Khusus untuk aplikasi
    office, dikembangkan oleh Institut Teknologi Bandung.WaroengIGOS terdiri atas 3 CD: Server (install) yang berbasis Fedora, Server (live), dan Client (live) yang berbasis Knoppix.
  • IGOS Desktop, Jakarta, 6 Agustus 2005IGOS SISTEM DESKTOP NASIONAL
    lahir dari kreativitas anak bangsa sebagai penjabaran dari deklarasi
    IGOS (Indonesia, Go Open Source!) pada tanggal 30 juni 2004 oleh :

    • Menteri Riset dan Teknologi,
    • Menteri Komunikasi dan Informasi,
    • Menteri Kehakiman dan HAM,
    • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara serta
    • Menteri Pendidikan Nasional

    IGOS DESKTOP
    adalah sebuah brand software berbasis Open Source yang diluncurkan hari
    ini oleh Konsorsium “IPTEKNET, LIPI dan PT INTI untuk memenuhi tuntutan
    masyarakat akan adanya product Open Source yang siap-pakai sebagai
    alternatif untuk desktop productivity, serta mendukung upaya pemerintah
    dalam penggunaan software legal di seluruh lapisan masyarakat.

    IGOS DESKTOP
    ini merupakan aplikasi lengkap untuk Desktop yang telah
    mengintegrasikan Operating System, Office productivity, Email Client,
    Instant Messaging Client, Browser dan Development Tool.

  • Diskotix,
    merupakan distro Linux mini yang muat dalam 1 (satu) Floppy Disk 1,44
    MB lengkap dengan aplikasi editor teks, spreadsheet, kalkulator, game,
    dan utility. Antarmukanya menggunakan menu, tanpa harus login. Diskotix
    berisi: kernel Linux 2.2, editor E3 (mirip WordStar), spreadsheet SC,
    game Tetris, Snake, dan Gomoku, Ash shell, Busybox, dan utility fdisk
    dan mkdosfs. Tersedia juga antarmuka command-line.
  • SLAMPP,
    merupakan distro yang dapat digunakan sebagai live CD atau instalasi,
    untuk membuat sebuah server dengan cepat. Dengan catchphrase “Simple
    Solution for Home Server”, distro ini berbasis SLAX, sebuah distro live
    CD berbasis Slackware.
  • Pinux,
    atau POinter Linux, sebuah distro berbasis RedHat 9 yang dikembangkan
    oleh Warnet Pointer Semarang, untuk mengganti sistem operasi di warnet
    akibat penyitaan komputer bersistem operasi Windows.
  • Linux Ampera, adalah distro Linux yang dikembangkan oleh Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan bekerja sama dengan Digital Kreasi.
    Tujuan pembuatan linux ampera ini adalah untuk memperkenalkan apa dan
    bagaimana linux itu. CD Linux Ampera 2 ini di-remaster dari distribusi
    linux Knoppix dengan penambahan/pengurangan aplikasinya, serta dibuat
    bernuansa Ampera.
  • Pazia Linux (d.h. PacerLinux),
    Asosiasi Perusahaan Komputer Indonesia (Apkomindo) memiliki cita-cita
    besar, yaitu memperluas pengguna sistem operasi open source di
    Indonesia. Ini kaitannya pada daya beli masyarakat Indonesia yang
    dianggap belum cukup kuat. Untuk inisiasi awal program Open Source
    Movement (OSM) tersebut, Pazia, salah satu distributor Acer untuk
    produk notebook Aspire dan Ferrari, menjadi sponsornya.
  • IGOS Nusantara 2006
    adalah aplikasi desktop yang merupakan distro Linux berbasis Fedora
    Core 5, dengan kemampuan untuk membuat/mengedit dokumen, database,
    spreadsheet, file grafis, maupun akses internet, chatting dan e-mail.Aplikasi
    yang terinstall dalam IGOS Nusantara 2006 antara lain :
    sistem operasi (Linux), aplikasi perkantoran (OpenOffice 2.0.2), Web
    Browser (FireFox), E-mail Client (Evolution); Chatting
    (GAIM), pengolahan grafis (GIMP)
  • PC Linux Fiesta merupakan salah satu solusi aplikasi desktop yang berbasis PC Linux untuk memenuhi kebutuhan akan pengguna pemula yang menginginkan OSS ‘user friendly‘.
    Dikembangkan oleh pengembang lokal atas inisiatifnya untuk mendukung
    Program IGOS. Distro ini dapat diperoleh dengan bebas dengan lisensi
    GPL.
  • CHIPLux, distro live DVD berbasis PC Linux, yang berbasis PCLinuxOS yang didistribusikan majalah CHIP Indonesia sebagai bonus edisi September 2006.
  • Kuliax,
    Kuliax 6.0 adalah distribusi sistem GNU/Linux untuk pendidikan di
    Universitas, khususnya Program Studi Teknologi Informasi atau yang
    berhubungan seperti Teknik Elektro (TE) konsentrasi Sistem Komputer dan
    Informatika, Teknik Informatika (TF), Ilmu Komputer (IK), dan
    lain-lain. Walaupun begitu, distro ini dapat pula digunakan pada
    Program Studi/Jurusan lain yang membutuhkan perangkat lunak untuk
    melakukan komputasi seperti Statistik dengan R-base, Pemodelan dengan
    Octave, dan lain-lain. Versi ini merupakan hasil usaha survei yang
    cukup mendalam dan penyesuaian dengan kurikulum/silabus Program Studi
    Teknologi Informasi.Kuliax 6.0 merupakan implementasi pertama
    dari rencana Kuliax Project, sebuah proyek untuk membawa Linux dan
    Perangkat Lunak Bebas dan Open Source (PLBOS) ke dunia pendidikan di
    Universitas. Diharapkan distro ini bisa menjadi dasar bagi
    pengembangan-pengembangan selanjutnya baik teknis seperti distro untuk
    tiap Program Studi/Jurusan atau aplikasi pendidikan, dan non teknis
    seperti pembuatan dokumentasi, pameran, seminar, workshop, dst.Kuliax
    berbentuk live CD berbasis Debian Unstable/Testing dan Knoppix yang
    diarahkan ke penggunaan Linux Desktop. Kuliax berisi aplikasi lengkap
    yang umum digunakan: perkantoran, multimedia, produktivitas, perkakas,
    aplikasi yang digunakan di dunia pendidikan khususnya TI/TE/TF/IK,
    aplikasi dan sistem yang disesuaikan dengan silabus/kurikulum (TI).
  • Depdiknux,
    DEPDIKnux adalah distro linux yang di kembangkan oleh Departemen
    Pendidikan Nasional yang berfungsi sebagai fasilitas untuk menyukseskan
    program Jaringan Pendidikan Nasional DEPDIKnux di-develop / di-remaster
    dari Linux Debian dengan installer knoppix oleh saudara Hafidz salah
    seorang Mahasiswa STBA Bandung.Distro ini adalah turunan KNOPPIX-4.0.2 yang telah di buat ulang untuk keperluan JARDIKNAS.Kami menyiapkan distro ini untuk :

    • ICT gateway
    • ICT Bandwidth Monitoring and management

    Fitur depdiknux-setup;

    • menggunakan shell (dialog) yang user friendly
    • support
      tambah/kurang user, tambah/kurang group, set ipaddress, set webserver,
      start/stop mysql server, start/stop ssh server, start/stop ntop,
      whowatch, iptraf, nload, services, masquerading umum, dhcp-server.
  • LiGOS AWALIi,
    Distro AWALI merupakan turunan Slackware yg telah dicustomisasi
    sedemikian rupa sehingga diharapkan pengguna awam pun tidak akan sulit
    untuk menginstall distro ini (Proses instalasi menggunakan bahasa
    Indonesia). LiGOS sendiri adalah grand project yang nantinya diharapkan
    dapat mencakup semua kebutuhan migrasi, tidak hanya untuk warneter saja
    melainkan instansi, perusahaan maupun profesional.Secara umum paket yang digunakan distro ini adalah sebagai berikut:

    • Kernel 2.6.18.1
    • Xorg 7.1.1
    • OpenOffice 2.10
    • Gimpshop 2.2.11
    • Firefox 2.0
    • Gaim 2.0beta5
    • GyachImproved 1.0.5
    • Adobe Acrobat 7.08
  • ZenCafe, adalah kelanjutan dari LiGOS,
    dan merupakan subproject dari distro ZenWalk. Tidak jauh berbeda dengan
    “orang tuanya”, Zencafe dianjurkan untuk digunakan di komputer kelas
    bawah. Idealnya Pentium II dengan RAM 128. Menggunakan window manager
    XFCE, hampir mirip Gnome, hanya saja lebih ringan dan kurang begitu
    canggih.
  • Sindos
    (Sistem Operasi Indonesia), merupakan sistem operasi berbasis Debian
    GNU/Linux yang memusatkan diri untuk penggunaan sehari-hari.Sindos dirancang untuk Anda yang terbiasa menggunakan Win XP dan ingin merasakan keandalan sistem operasi GNU/Linux.Sindos
    menggunakan Kernel 2.6.17-11 dengan desktop KDE 3.5.6 serta Openoffice
    2.1 untuk tugas perkantoran dan perangkat lunak GNU/Linux lainnya yang
    menunjang kegiatan Anda sehari-hari.
  • targeT GNU/Linux
    (selanjutnya disebut targeT Linux) adalah distribusi linux yang sesuai
    namanya dikhususkan sebagai “target/sasaran” hacking. Distro Linux ini
    dapat dijalankan langsung dari CDROM / Live CD maupun dari USB Disk /
    Live USB. Komputer yang menjalankan distro ini nantinya akan berperan
    sebagai server target alias server “korban”. Target dan korban disini
    maksudnya sebagai server yang menjalankan service-service yang
    diketahui memiliki bug, cacat alias kelemahan didalam sistemnya.
    Kelemahan – kelemahan inilah yang nantinya digunakan oleh client /
    attacker untuk “menguasai” server targeT. Distro ini merupakan turunan
    dari Slackware 11, dan dibuat dengan menggunakan script dari
    linux-live.org. Script yang sama digunakan untuk membangun distro
    Backtrack.
  • Dewalinux,
    merupakan Distribusi Linux hasil re-master dari distro Ubuntu 7.10
    Gutsy Gibbon, yang dikemas lebih “user friendly” sehingga memudahkan
    untuk pengguna baru Linux yang telah terbiasa dengan Windows. Selain
    edisi umum, Dewalinux juga dikembangkan untuk kebutuhan-kebutuhan
    khusus:

    • Dewalinux Edisi Exclusive : dibuat dengan kemasan khas Pemesan, dengan logo, slogan, visi/misi organisasi, dsb.
    • Dewalinux
      Edisi Warnet : dibuat dengan fitur-fitur sesuai kebutuhan operasional
      warnet, termasuk billing system, dan aplikasi-aplikasi yang umum
      digunakan oleh warnet.
  • Linux GSI
    adalah sebuah sistem operasi yang berbasiskan Linux dan dibangun atas
    aplikasi yang bersifat Open Source, yang digunakan sebagai perangkat di
    lingkungan pemerintah dalam menerapkan GSI (Government Secured
    Intranet) atau Jaringan Komunikasi Pemerintah Tertutup.Linux
    GSI berisi aplikasi-aplikasi GSI sehingga memungkinkan pengguna atau
    pelanggan GSI bisa langung terhubung ke jaringan GSI. Aplikasi tersebut
    antara lain VPN, VoIP, SIAS, SMS Gateway, dan aplikasi tambahan lainnya
    seperti OpenOffice, GAIM, GIMP, Firefox, Evolution, Minbar (Aplikasi
    pengingat shalat), Zekr (Aplikasi pembelajaran Al-Qur’an).
  • Av!Kom, sebuah distro linux live CD yang dikhususkan untuk membasmi virus, dikembangkan oleh mahasiswa Unika Soegiyapranata Semarang.
  • Singkong Linux
    , (from the homepage): “Singkong Linux is simple and traditional Linux
    distribution, based on Slackware. Singkong means cassava in English.I
    like cassava. Simple and delicious.”Distro Linux ini berbasis
    Slackware Linux dan menggunakan desktop Xfce, dengan berbagai aplikasi
    Office, multimedia, graphics, development tools, network tool, wine,
    database, dan game. Semua itu dalam satu CD.
  • ETIx, distro ini dikemas dalam bentuk livc CD, dibuat dari awal (from scratch) dan dikhususkan untuk lingkungan belajar java.